Kembali ke Panduan

Panduan Pendamping: Mempersiapkan Pemakaman dan Urusan Administrasi

Membicarakan pemakaman saat orang tersayang masih hidup bisa terasa berat, bahkan seperti menyerah. Itu perasaan yang wajar. Banyak keluarga justru merasa lebih tenang setelah hal-hal praktis disiapkan, karena pada saatnya mereka bisa fokus untuk hadir dan berduka, bukan mengurus berkas. Panduan ini sepenuhnya pilihan. Bacalah ketika Anda dan keluarga siap, dan bicarakan bersama pasien hanya jika ia menghendakinya.

1Kapan dan Bagaimana Memulai

Mulai dengan Lembut

Tidak ada waktu yang sempurna. Sebagian keluarga membicarakannya bersama pasien, sebagian lagi hanya di antara anggota keluarga. Keduanya boleh.

  • Tanyakan dulu kesediaan pasien: "Apakah ada yang ingin Bapak/Ibu sampaikan tentang bagaimana nanti kami mengantar?"
  • Jika pasien tidak ingin membicarakannya, hormati keputusannya
  • Tunjuk satu anggota keluarga sebagai koordinator agar tidak terjadi kebingungan
  • Keinginan tentang ritual dan doa juga bisa dicatat di formulir Perencanaan Perawatan Lanjut (ACP) di website ini

2Keinginan dan Tata Cara Sesuai Keyakinan

Hal yang Bisa Dibicarakan

  • Dimakamkan atau dikremasi, dan di mana
  • Pemuka agama atau komunitas yang ingin dihubungi
  • Doa, bacaan, lagu, atau pakaian yang bermakna
  • Rumah duka atau disemayamkan di rumah
  • Siapa saja keluarga dan sahabat yang perlu dikabari

Setiap Tradisi Berbeda

Tata cara Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, kepercayaan, maupun keluarga tanpa afiliasi agama memiliki urutan dan waktu yang berbeda. Sebagian tradisi menghendaki pemakaman secepatnya, sebagian lain memberi waktu beberapa hari untuk persemayaman. Hubungi pemuka agama atau pengurus komunitas Anda sejak awal, agar Anda tahu apa yang perlu disiapkan dan berapa perkiraan biayanya.

  • Simpan nomor pemuka agama, pengurus masjid/gereja/vihara/pura/klenteng, atau rumah duka pilihan
  • Tanyakan biaya lahan makam, krematorium, atau rumah duka sejak awal
  • Jika jenazah akan dibawa ke luar kota, tanyakan syarat dokumen dan ambulans jenazah kepada rumah duka

3Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan dari Sekarang

Satu Map untuk Semua

  • KTP dan Kartu Keluarga pasien (asli dan fotokopi)
  • KTP anggota keluarga yang nanti akan melapor
  • Buku nikah, jika ada
  • Kartu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, kartu asuransi, serta kartu dana pensiun bila ada
  • Buku tabungan dan daftar rekening atau asuransi yang perlu diurus
  • Dokumen ACP atau surat wasiat, jika ada

4Urusan Administrasi Setelah Meninggal

1. Surat Keterangan Kematian

Surat keterangan kematian dari dokter atau rumah sakit adalah dokumen pertama yang diperlukan untuk hampir semua urusan berikutnya. Jika pasien meninggal di rumah dan didampingi tim paliatif, hubungi tim agar kematian dapat diverifikasi dan surat ini diterbitkan. Jika tidak, surat keterangan kematian juga dapat diterbitkan oleh kelurahan atau desa.

2. Akta Kematian di Dinas Dukcapil

Undang-undang mewajibkan setiap kematian dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian. Jika terlambat, pencatatan masih bisa diajukan.

  • Persyaratan umum: surat keterangan kematian, KTP dan KK almarhum, KTP pelapor, dan formulir dari Dukcapil
  • Syarat dan cara pengajuan berbeda antar daerah. Pastikan ke Dukcapil kota/kabupaten setempat

3. BPJS dan Asuransi

  • BPJS Kesehatan: laporkan kematian agar status kepesertaan diperbarui. BPJS Kesehatan tidak memberikan santunan uang
  • BPJS Ketenagakerjaan: jika almarhum masih peserta aktif, ahli waris dapat mengajukan Jaminan Kematian (JKM) di kantor cabang. Jika kepesertaan sudah tidak aktif, ahli waris umumnya hanya dapat mencairkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Dokumen yang biasanya diminta untuk JKM: kartu peserta, KTP peserta dan ahli waris, akta kematian, KK, surat keterangan ahli waris, dan buku nikah bila ahli waris adalah pasangan
  • Asuransi swasta dan dana pensiun: hubungi masing-masing penyedia untuk syarat klaim
Aturan administrasi dapat berubah dan berbeda antar daerah. Panduan ini adalah gambaran umum. Selalu pastikan ke instansi terkait sebelum mengurus berkas.

5Anda Tidak Mengurus Semuanya Sendiri

Bagikan Tugas

  • Bagi tugas: satu orang mengurus berkas, satu orang menghubungi keluarga, satu orang menemani anggota keluarga yang paling terpukul
  • Terima tawaran bantuan tetangga, RT/RW, dan komunitas agama untuk hal-hal praktis
  • Tim Paliatif Tzu Chi bisa membantu menjelaskan langkah awal setelah kematian: WhatsApp +62 811-160195 (24 jam)
  • Setelah kepergian, keluarga dapat mengikuti program Pendampingan Duka enam bulan dari tim kami di halaman Pendampingan Duka (/duka)

Ada pertanyaan lebih lanjut?

Tim kami siap membantu Anda kapan saja.