Nyeri & gejala

Nyeri Bisa Dikendalikan: Pesan Hari Paliatif Sedunia 2026

Tema Hari Hospis dan Paliatif Sedunia 10 Oktober 2026 adalah penanganan nyeri. Mengapa banyak pasien masih menahan sakit, dan apa yang bisa dilakukan keluarga?

Tim Paliatif Tzu Chi · 7 Oktober 2026 · 3 menit baca

Setiap tahun pada Sabtu kedua bulan Oktober, dunia memperingati Hari Hospis dan Paliatif Sedunia. Tahun ini jatuh pada 10 Oktober 2026, dengan tema dari Worldwide Hospice Palliative Care Alliance (WHPCA): "Pain Management: An Essential Part of Palliative Care", yang berarti penanganan nyeri adalah bagian penting dari perawatan paliatif.

Tema ini dekat dengan banyak keluarga di Indonesia. Nyeri adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami orang dengan penyakit serius. Kabar baiknya, ada banyak cara untuk menguranginya.


Nyeri Bukan Hanya Soal Fisik

Dalam paliatif, nyeri dipahami secara utuh. Rasa takut, kesepian, kekhawatiran soal biaya, dan pertanyaan tentang makna hidup bisa membuat nyeri terasa lebih berat. Karena itu tim paliatif terdiri dari dokter, perawat, psikolog, dan pendamping spiritual, bukan hanya pemberi obat.


Mengapa Banyak Pasien Masih Menahan Sakit?

Penelitian di negara-negara tetangga menunjukkan pola yang mirip dengan yang kami temui di Indonesia:

  • Di Vietnam, pasien dan keluarga takut kecanduan morfin dan menganggap morfin sebagai tanda kematian sudah dekat. Ketersediaan morfin oral juga terbatas dan aturannya rumit
  • Di Malaysia, penelitian pada 174 pendamping pasien kanker menemukan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang penanganan nyeri berkaitan dengan besarnya hambatan dalam mengendalikan nyeri

Artinya, salah paham tentang obat nyeri bisa membuat pasien menahan sakit yang sebenarnya bisa dikurangi.


Meluruskan Tiga Kekhawatiran

"Kalau sudah pakai morfin, berarti sudah tidak ada harapan." Tidak benar. Obat nyeri golongan opioid dipakai untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat, kapan pun nyeri itu muncul dalam perjalanan penyakit. Pemberiannya bukan penanda waktu.

"Nanti kecanduan." Bila diresepkan dan dipantau oleh dokter untuk nyeri penyakit serius, obat ini diberikan dengan dosis yang disesuaikan bertahap. Diskusikan setiap kekhawatiran langsung dengan dokter Anda.

"Lebih baik ditahan dulu, supaya nanti obatnya masih mempan." Menahan nyeri justru membuat pasien sulit tidur, sulit makan, dan lelah. Sampaikan nyeri apa adanya kepada tim.


Bukan Hanya Obat

Penanganan nyeri juga bisa melibatkan cara lain, misalnya radioterapi paliatif untuk nyeri akibat penyebaran kanker ke tulang. Sebuah tinjauan sistematis dari negara berpenghasilan rendah dan menengah menemukan bahwa hasilnya sebanding dengan negara maju, dan radioterapi satu kali sesi meredakan nyeri setara dengan beberapa sesi.


Yang Bisa Dilakukan Keluarga

  • Tanyakan, jangan menebak. Minta pasien menilai nyerinya dari 0 (tidak nyeri) sampai 10 (paling nyeri)
  • Catat. Tulis kapan nyeri muncul, seberapa berat, dan apa yang membantu. Catatan ini sangat berguna saat kontrol atau home visit
  • Ikuti jadwal obat dari dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat sendiri
  • Perhatikan efek samping, seperti sembelit atau mengantuk, dan sampaikan kepada tim
  • Gunakan cara pendukung: posisi yang nyaman, kompres sesuai saran tim, musik, doa, atau sekadar menemani

Kapan Harus Segera Menghubungi Tim

Hubungi tim paliatif jika nyeri tiba-tiba memburuk, tidak berkurang dengan obat yang biasa, atau pasien sangat mengantuk dan sulit dibangunkan. Untuk keadaan darurat, segera ke IGD.


Hari Paliatif Sedunia mengingatkan kita: tidak ada yang seharusnya menahan sakit sendirian. Tim Paliatif Tzu Chi siap membantu, termasuk melalui WhatsApp 24 jam di menu Kontak.

  • Hari Paliatif Sedunia 2026
  • nyeri
  • morfin
  • mitos obat nyeri
  • pendamping

Sumber

WHPCA World Hospice and Palliative Care Day 2026; Nguyen et al., JCO Glob Oncol 2025 (doi:10.1200/GO-25-00026); Shamsuddin et al., PeerJ 2026 (doi:10.7717/peerj.21281); J Med Imaging Radiat Oncol 2024 (doi:10.1111/1754-9485.13647)

← Semua artikel