Kembali ke Panduan
Panduan Pendamping: Merawat Jejunostomi
Selang jejunostomi (J-tube) dipasang langsung ke usus kecil bagian tengah (jejunum) melalui dinding perut, melewati lambung. Digunakan ketika lambung tidak bisa menerima nutrisi — misalnya setelah operasi lambung, perlambatan pengosongan lambung berat (gastroparesis), atau refluks parah yang berisiko aspirasi. Memerlukan perawatan yang lebih teliti karena usus kecil lebih sensitif dibanding lambung. Panduan ini tidak menggantikan saran medis profesional.
Daftar Isi
1Memahami Jejunostomi
Mengapa Jejunostomi Dipilih?
- Pasien dengan risiko aspirasi tinggi dari lambung
- Gastroparesis berat atau obstruksi lambung
- Setelah operasi esofagus atau lambung
- Fistula gastrik atau esofageal
- Pankreatitis berat yang memerlukan istirahat lambung
Perbedaan dengan PEG (Gastrostomi)
- Jejunostomi masuk ke usus kecil — melewati lambung sepenuhnya
- Nutrisi harus diberikan LEBIH LAMBAT — usus kecil tidak bisa menampung banyak sekaligus
- Hanya bisa diberikan lewat pompa feeding — TIDAK boleh dengan spuit/bolus
- Pemberian makan terus-menerus (kontinu) 12–24 jam, bukan per bolus
- Tidak bisa digunakan untuk mengecek gastric residual
JANGAN berikan makan secara bolus (sekaligus banyak) melalui J-tube. Ini bisa menyebabkan kram perut parah, diare, dan komplikasi serius.
2Perawatan Area Stoma
Perawatan Harian
- Bersihkan area sekitar selang 1–2x sehari dengan kasa lembap dan NaCl 0.9% atau air hangat
- Keringkan sepenuhnya setelah dibersihkan
- Periksa tanda infeksi: kemerahan, bengkak, cairan bernanah
- Putar selang 360 derajat setiap hari jika memungkinkan
- Pastikan cakram fiksasi eksternal tidak terlalu ketat
3Pemberian Nutrisi Melalui Jejunostomi
Prinsip Pemberian Nutrisi yang Aman
- SELALU gunakan pompa infus enteral — JANGAN pernah memberikan secara bolus atau gravitasi cepat
- Mulai dengan kecepatan rendah (10–20 ml/jam) dan tingkatkan perlahan sesuai toleransi
- Kecepatan maksimum biasanya 80–120 ml/jam — sesuai instruksi ahli gizi
- Gunakan formula enteral yang direkomendasikan dokter — formula khusus usus kecil (semi-elemental)
- Jangan memanaskan formula di microwave langsung
- Ganti set selang pompa setiap 24 jam
Membilas Selang
- Bilas dengan 20–30 ml air setiap 4 jam selama pemberian kontinu
- Bilas sebelum dan sesudah setiap obat
- Bilas saat menghentikan dan memulai kembali pemberian
- Jangan biarkan selang kering tanpa bilasan lebih dari 4 jam
Pemberian Obat
- Hentikan pemberian nutrisi, bilas selang, baru berikan obat
- Bilas antara setiap obat dengan 10 ml air
- Hanya obat yang disetujui dokter/apoteker yang boleh diberikan via J-tube
- Banyak obat tidak bisa diberikan via J-tube — selalu konfirmasi terlebih dahulu
4Tanda Bahaya
Segera Hubungi Tim Medis:
- Selang tercabut — segera ke IGD, jangan biarkan lubang menutup
- Kram perut berat atau diare setelah pemberian nutrisi
- Mual dan muntah
- Pembengkakan perut
- Demam > 38°C
- Tanda infeksi di area stoma
- Selang tersumbat
Ada pertanyaan lebih lanjut?
Tim kami siap membantu Anda kapan saja.
