Panduan Pendamping: Merawat Ileostomi
Ileostomi adalah stoma yang dibuat dari usus kecil (ileum) yang dikeluarkan melalui dinding perut, biasanya karena penyakit radang usus berat (Crohn, kolitis ulserativa), kanker kolorektal, atau kegagalan anastomosis. Output ileostomi berupa cairan atau setengah cair karena belum melewati usus besar. Perawatan berbeda dari kolostomi terutama dalam hal perlindungan kulit yang lebih ketat. Panduan ini tidak menggantikan saran medis dari perawat stoma terlatih.
Daftar Isi
1Memahami Ileostomi
Perbedaan Utama dari Kolostomi
- Output lebih cair dan terus-menerus sepanjang hari (tidak bisa dikontrol)
- Output mengandung enzim pencernaan yang bisa merusak kulit peristoma dengan cepat
- Kantung harus memiliki segel yang sempurna — kebocoran sekecil apapun merusak kulit
- Output bisa mencapai 1–2 liter per hari — pantau hidrasi pasien dengan ketat
- Stoma ileostomi biasanya lebih menonjol (1–2 cm) dibanding kolostomi
Output Ileostomi yang Normal
- Warna: kuning-hijau hingga coklat, konsistensi bubur cair — normal
- Volume: 800–1200 ml per hari pada ileostomi yang sudah stabil
- Bau: tidak sekuat feses normal karena belum difermentasi bakteri usus besar
- Output meningkat setelah makan — ini normal
2Perlindungan Kulit Peristoma — Prioritas Utama
Mengapa Kulit Sangat Mudah Rusak?
Output ileostomi mengandung enzim proteolitik (pencernaan) yang dapat 'mencerna' kulit. Kebocoran sekecil apapun dalam beberapa jam sudah bisa menyebabkan luka yang menyakitkan. Perlindungan kulit adalah prioritas nomor satu.
- Selalu pastikan lubang kantung pas dengan ukuran stoma — maksimal 2mm lebih besar
- Gunakan pasta stoma atau ring moldable untuk mengisi celah dan lekukan
- Ganti kantung SEGERA jika ada kebocoran — jangan tunda
- Periksa segel kulit setiap kali mengganti kantung
- Jika kulit rusak: bersihkan, keringkan, aplikasikan skin barrier powder atau film, baru pasang kantung baru
- Konsultasikan ke WOC nurse jika kulit peristoma rusak parah
3Hidrasi dan Elektrolit
Mencegah Dehidrasi — Risiko Utama Ileostomi
Karena output tinggi, pasien ileostomi sangat berisiko dehidrasi dan kehilangan elektrolit (terutama sodium dan potassium).
- Target cairan: minum 1.5–2.5 liter per hari (konsultasikan dengan dokter)
- Tanda dehidrasi: urin gelap pekat, mulut kering, pusing, output urin berkurang
- Minuman yang baik: air, kaldu rendah garam, minuman elektrolit
- Hindari: alkohol, kopi berlebihan, minuman manis tinggi yang bisa meningkatkan output
- Makanan yang membantu mengurangi output: pisang, roti putih, nasi putih, pasta
4Mengganti Kantung
Kapan dan Bagaimana
- Ganti kantung setiap 3–4 hari atau saat ada kebocoran
- Waktu terbaik: 2–3 jam setelah makan, atau pagi sebelum sarapan
- Gunakan kantung dengan filter gas untuk mencegah mengembang
- Kosongkan kantung saat 1/3 penuh — ileostomi output lebih sering dikosongkan (6–8x/hari)
- Pastikan kran penutup selalu kencang setelah dikosongkan
Ada pertanyaan lebih lanjut?
Tim kami siap membantu Anda kapan saja.
